Assalamualaikum Wr ' Wb
waaah saya baru belajar blogger nihh maap kalo tulisanya berantakan yeee,, hhe
Hahahaha
pengawal dari tulisanblog saya ,, yaa sebagai intermezo aja sihh,,
kenapa ya saya masih bingung dengan adat kebudayaan kami,, yang
memandang tahta dan jabatan sebagai tolak ukur keberhasilan ?? ,,
ya
saya rasa sih sah2 aja kalo pendapat seperti ituu,, menurut saya itu
membuat orang2 kecil (gol.tidak mampu) yg merasa dirinya berhasil karena
sudah dapat menafkai keluarganya tetapi dipandang orang lain tidak
berhasil dan membuat minder. Contoh seperti waktu itu saya pernah
bertemu seorang tukang becak,, dia bercerita bahwa dia dapat menafkahi
keluarganya bahkan dapat menguliahkan anaknya di UGM ,, dia mensyukuri
nikmat yang diterima sampai bisa menguliahkan anaknya,, setelah lulus
kuliah anaknya berencana menikah ,, tetapi orang tua dari calon istrinya
tidak tidak merestuimya karena hanya masalah pekerjaan orang tua tsb,,
dan membuat tukang becak itu termenung dan terasa terhinaa,, menurut
saya ini sudah salah kaprah,, waaahh harus sadar betul nii masyarakat
apa artinya keberhasilannn hhe,,
mkasih yee udah mbaca opini gw hha
wassalamualaikum Wr' Wb