Rabu, 08 Februari 2012

Just My opinion

Assalamualaikum Wr ' Wb
waaah saya baru belajar blogger nihh maap kalo tulisanya berantakan yeee,, hhe
Hahahaha pengawal dari tulisanblog  saya ,, yaa sebagai intermezo aja sihh,, kenapa ya saya masih bingung dengan adat kebudayaan kami,, yang memandang tahta dan jabatan sebagai tolak ukur keberhasilan ?? ,,
ya saya rasa sih sah2 aja kalo pendapat seperti ituu,, menurut saya itu membuat orang2 kecil (gol.tidak mampu) yg merasa dirinya berhasil karena sudah dapat menafkai keluarganya tetapi dipandang orang lain tidak berhasil dan membuat minder. Contoh seperti waktu itu saya pernah bertemu seorang tukang becak,, dia bercerita bahwa dia dapat menafkahi keluarganya bahkan dapat menguliahkan anaknya di UGM ,, dia mensyukuri nikmat yang diterima sampai bisa menguliahkan anaknya,, setelah lulus kuliah anaknya berencana menikah ,, tetapi orang tua dari calon istrinya tidak  tidak merestuimya karena hanya masalah pekerjaan orang tua tsb,, dan membuat tukang becak itu termenung dan terasa terhinaa,, menurut saya ini sudah salah kaprah,, waaahh harus sadar betul nii masyarakat apa artinya keberhasilannn hhe,,
mkasih yee udah mbaca opini gw hha
wassalamualaikum Wr' Wb